Instrumen doa

Saturday, 15 July 2017

Analisis Regresi Linier Berganda dengan SPPS

Cara Kerja SPSS, meliputi:

1.  Data yang akan diproses diinput melalui menu Data Editor yang otomotis muncul dilayar saat SPSS dijalankan.
2.  Data yang telah diimput kemudian diproses juga lewat menu Data Editor, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.  Klik analyse
b.  Pilih alat statistik yang akan digunakan, misalnya Regression
c.   Masukkan variabel Y pada kolom Dependent
d.  Masukkan variabel X pada kolom Independent
e.  Klik OK.
3.  Hasil pengolahan data muncul di layar yang lain dari SPSS yaitu output navigator. Informasi atau output statistic yang ditampilkan pada menu output navigator dapat berupa:
a.  Teks atau tulisan
Pengerjaan (perubahan bentuk huruf, penambahan, pengurangan, dan lainnya) yang berhubungan dengan output berbentuk teks bisa dilakukan lewat menu Text Output Editor
b.  Tabel
Pengerjaan (pivoting tabel, penambahan, pengurangan tabel dan lainnya yang berhubungan dengan output berbentuk tabel bisa dilakukan lewat menut Pivot Table Editor.
c.   Chart atau Grafik
Pengerjaan (perubahan tipe grafik dan lainnya) yang berhubungan dengan output berbentuk grafik bisa dilakukan lewat menu Chart Editor.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memutuskan untuk melakukan analisis data menggunakan alat statistika SPSS, antara lain:
1.  Dari mana data diperoleh, apakah berasal dari sampel (melalui proses sampling) atau dari populasi (dengan cara sensus)
2. Jika berasal dari sampel apa teknik sampling yang digunakan, apakah termasuk kelompok sampling probabilitas atau non probabilitas.
3.  Memakai skala apa data diukur, apakah menggunakan skala nominal, ordinal, interval, atau rasio.
4.  Bagaimana hipotesis yang dibuat apakah perlu dilakukan pengujian satu arah atau dua arah kalau memakai statistika inferensial.
Selanjutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan melakukan analisis Regresi Linier Berganda, antara lain:
1.  Lakukan uji validitas dan reliabilitas pada kuesioner penelitian:
a.  Uji validitas data digunakan sebagai alat untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuisioner. Setiap butir-butir pernyataan dalam kuesioner harus berkorelasi positif terhadap skor total dari pernyataan tersebut. Item yang memiliki koefisien korelasi tinggi dapat dianggap memiliki validitas yang tinggi pula (dijelaskan ditulisan yang lain, silahkan lihat).
b.  Reliabilitas adalah suatu indeks tentang sejauhmana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Reliability dari instrument diukur dengan Cronbach’s alpha, yaitu: jika koefisien Cronbach’s alpha > 0,7, berarti instrumen penelitian reliabel & memenuhi syarat kehandalan. Tetapi, jika Cronbach’s alpha < 0,7 berarti instrumen penelitian yang digunakan tersebut tidak memenuhi syarat kehandalan.
 2.  Saat melakukan analisis regresi linier berganda, dengan cara:
a.  Klik analyze
b.  Pilih Regression, Linier…
c.   Masukkan variabel Y pada kolom Dependent
d.  Masukkan variabel X pada kolom Independent
e.  Klik statistik, lalu beri ceklis pada model fit, estimales, r-square, deskriptif, collinearitas, dan lainnya.
f.    Klik plot, lalu masukkan “SRESID pada Y dan “ZPRED pada X untuk uji asumsi klasik.
g.  Klik OK.
3.  Pada menu output navigator akan ditampilkan:
Pengujian secara simultan, pengujian secara parsial, pengujian determinant, pengujian asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heterokedastisitas), dan lain-lain. Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dari beberapa hasil pengujian tersebut,      akan dijelaskan lebih lanjut melalui pertanyaan yang diajukan pengguna dalam blok ini atau juga melalui email. Insya Allah, saya akan  berusaha meluangkan waktu untuk membantu anda. Terima kasih